Teknik Memunculkan Kebutuhan Konsumen
Untuk mendapatkan atau memunculkan kebutuhan konsumen membutuhkan teknik interpersonal skill yang baik, hal ini berlaku untuk wawancara di semua stakeholder. Yang paling dasar adalah, yang melakukan wawancara melakukan pendekatan sebagai pendengar yang baik, jadi harus dihindari adanya konfrontasi atau sikap mempertahankan pendapat. Tujuan yang didapatkan adalah memunculkan ekspresi yang jujur terhadap kebutuhan mereka, bukan meyakinkan mereka, apa yang menjadi kebutuhan mereka. Ada pertanyaan-pertanyaan yang penting yang disampaikan saat wawancara, tetapi hal tersebut bisa berkembang sesuai kebutuhan di lapangan. Pertanyaan tersebut adalah:
  • Kapan dan mengapa anda menggunakan produk tersebut?

  • Peragakan bagaimana anda menggunakan produk tersebut.
  • Apa yang anda sukai terhadap produk yang sudah ada?
  • Apa yang anda tidak sukai terhadap produk yang sudah ada?
  • Apa pertimbangan-pertimbangan yang anda perhatikan saat membeli produk tersebut?
  • Apa pengembangan yang anda inginkan dari produk yang sudah ada?
Ini beberapa tips untuk berinteraksi dengan konsumen secara efektif:
  • seumber: palscience.com

    Mengalir. Ikuti arah pembicaraan, arahkan sesuai kebutuhan. Tujuan dari interaksi ini adalah mendapatkan kebutuhan konsumen, bukan untuk menyelesaikan petunjuk wawancara.

  • Mempergunakan gambar (stimulus visual) dan produk (alat peraga). Membawa koleksi (berupa gambar atau produk) tentang produk kompetitor yang telah ada, yang berhubungan dengan produk yang akan dikembangkan. Apabila sudah tersedia desain awal dari produk yang dikembangkan, dapat disampaikan di akhir sesi wawancara tersebut.
  • Tahan hipotesis yang telah terbentuk terhadap teknologi produk tersebut. Konsumen akan menyampaikan konsep produk yang mereka ingini, berserta denga teknologinya. Dalam situasi ini, pewawancara harus menghindarkan pembiasan terhadap ide dari konsumen, baik dari segi kebutuhan desain ataupun produksi.
  • Konsumen mendemostrasikan produk, sesuai kegiatan yang berhubungan dengan produk tersebut. Dalam mendemonstrasikan produk lebih baik kalau berada dalam lingkungan yang sesuai dengan produk tersebut.
  •  Perhatikan untuk kejutan dan ekspresi dari kebutuhan yang tersembunyi. Apabila anda melihat kegiatan konsumen yang diluar prediksi anda, cari informasi kegiatan yang berbeda tadi, dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Hal ini dapat memunculkan kebutuhan yang tersembunyai, yang kemungkinan tidak dapat dideskripsikan oleh konsumen melalui wawacara pada umumnya, atau mungkin mereka tidak mengerti.
  • Perhatikan informasi yang tidak terucap. Verbal bukan merupakan komunikasi yang baik untuk mengungkapkan kebutuhan konsumen. Karena banyak kebutuhan konsumen yang tidak dapat dideskripsikan dengan baik oleh konsumen. Untuk mendapatkan kebutuhan mereka, pewawancara harus kreatif memanfaatkan alat, gambar atau lingkungan sekitar. Termasuk harus tanggap terhadap raut wajah dari konsumen, saat melakukan interaksi.

Dalam melakukan wawancara ini, ada beberapa catatan yang penting, diantaranya konsumen sudah familiar dengan produk yang dikembangkan, atau dengan produk yang menjadi ide awa (produk yang digantikan). Membangun pengertian konsumen terhadap produk yang dikembangkan, agar dapat menggambarkan kekurangan atau kelebihan dengan sistem yang sama. Contoh: dalam mengembangkan produk ‘cordless screwdriver’, karena produknya belum ada, mungkin bisa menggambarkan fungsinya melalui produk yang lain yang sudah mengadopsi teknologi ‘cordless’, diantaranya pencukur kumis elektrik. Jadi konsumen bisa membayangkan kegunaan secara umum teknologi ‘cordless’.

Dokumentasi Interaksi dengan Konsumen
Ada empat cara yang umum dalam mendokemntasikan kegiatan riset pasar ini, yaitu:
  1. Merekam suara: Membuat rekaman suara pada saat kegiatan survey, adalah cara yang paling mudah. Tetapi sayangnya merubah suara ke dalam tulisan membutuhkan waktu yang banyak. Juga  dapat juga rekaman tersebut mengintimidasi beberapa konsumen.
  2. Catatan: Menulis catatan adalah cara yang paling umum dalam melaksanakan riset pasar / survey. Sebaiknya dilakukan oleh dua orang, yang satu berkonsentrasi pada pencatatan, yang lain konsentrasi pada penyampaian pertanyaan pada konsumen. Setelah melakukan wawancara, hasil sesegera mungkin dibahas, dikuatirkan ada beberapa informasi yang hilang apabila diadakan penundaan. Dan diskusi tersebut melibatkan tim yang melakukan wawancara.
  3. Merekam Video: Merekam video hampir selalu dipergunakan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Dan juga dapat membantu untuk mendokumentasikan konsumen dalam mempergunakan produk yang ada, sekaligus menangkap lingkungan sekitar konsumen tersebut berada. Dan ini juga membantu apabila ada anggota tim yang baru bergabung, dia bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang keadaan yang ada. Juga bisa sebagai data penunjang yang baik dalam presentasi ke puncak manajemen. Terkadang diperlukan beberapa sudut pandang sekaligus sehingga benar-benar dapat menangkap kebutuhan konsumen yang tersembunyi. Rekaman video juga dapat menangkap beberapa aspek lingkungan sekitar konsumen.
  4. Fotografi: Foto dapat membantu banyak hal, sama halnya dengan video. Yang menjadi keunggulan utama adalah kedetilan gambarnya dalam menangkap kegiatan. Tetapi mengalami kelemahan apabila kedaaan tersebut berupa proses.
Hasil akhir dari survey ini adalah berupa pengisian form yang dibutuhkan, data-data berupa foto, suara, maupun video. Bisa dilengkapi pula dengan verbatim (catatan wawancara). Hal ini bermanfaat untuk masuk ke porses yang selanjutnya yang berupa intepretasi dan pengelompokan.
Silakan memberikan komentar. Materi selanjutanya: Intepretasi dan pengelompokan kebutuhan konsumen