Rekayasa Teknologi adalah bidang studi yang berfokus pada penerapan teknik dan teknologi modern, bukan teoritis.  Menurut US Department of Education, Rekayasa Teknologi adalah bidang berkaitan dengan penerapan] teknik dasar prinsip-prinsip dan keterampilan teknis untuk mendukung para insinyur yang terlibat dalam berbagai proyek. Rekayasa Teknologi pada umumnya mencakup instruksi dalam berbagai teknik fungsi dukungan untuk penelitian, produksi, dan operasi, dan aplikasi pada spesialisasi teknik tertentu.

Rekayasa berasal dari penerjemahan kata ‘Engineering’. Arti dari engineering yaitu bidang, seni dan profesi yang menerapkan teknis, ilmiah dan pengetahuan matematika dalam merancang dan mengimplementasikan materi, struktur, mesin, peralatan, sistem, dan proses agar dapat mewujudkan tujuan yang diinginkan.

Engineering merupakan bidang yang luas sehingga dipecah sesuai dengan bidang masing-masing. Hal ini dapat dicontohkan di perguruan tinggi kita, antara lain teknik informatika, teknik industri, teknik kimia, sistem komputer, sistem informasi, teknik sipil, teknik elektro, desain produk, dan lain-lain. Tetapi mesipun dilatih untuk satu bidang tertentu, seoang lulusan dalam bidang engineering, pada praktek dilapangan tentu dihadapkan dengan permasalahan yang multidisiplin.

Pada dewasa ini banyak bidang-bidang yang menjadi popular dan berkembang dengan pesat, serta mengembangkan cabang-cabang baru seperti teknik informatika, teknik computer, rekayasa perangkat lunak, teknologi nano, rekayasa molecular, mekatronika. Sekarang berkembang bidang yang merupakan multidisiplin, contohnya mekatronik merupakan gabungan mekanik, elektronik dan komputer.  Hal ini dapat diamati sangat jelas di pendidikan luar negeri, banyak sekali tumbuh bidang-bidang baru (jurusan) sesuai dengan kebutuhan di lapangan, karena di sana banyak bidang dalam perguruan tinggi yang langsung menuju ke aplikasi tertentu di lapangan. Sehingga banyak juga terjadi perubahan bidang atau perkembangan bidang baru. Hal ini beberapa kali terjadi apabila ada keinginan ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri, tiba-tiba bidang tesebut sudah berubah atau tidak ada lagi. Ada pula bidang yang baru tersebut berkembang menjadi besar dan berkembang sub-sub bidang yang baru.

METODOLOGI

Enjiner (insinyur) menerapkan ilmu-ilmu terutama ilmu murni untuk menemukan solusi yang sesuai dalam pemecahan masalah-masalah di lapangan. Sekarang mereka juga dipaksa untuk memiliki ilmu pengetahuan yang relevan dengan proyek-proyek desain mereka, sehingga diharapkan terus belajar sepanjang karirnya.

Dalam praktek, yang paling dibutuhkan adalah solusi atau pemecahan masalah. Jadi dalam rekayasa teknologi yang perlu diperhatikan adalah mengidentifikasi, memahami dan mendefinisikan kendala yang ada baik dari segi permasalahan utama maupun sumber daya untuk memecahkan permasalahan tersebut. Keterbatasan sumber daya diantaranya fisik, imajinatif, keterbatasan teknis , fleksibelitas dan lain-lain. Kemudian meninjau persyaratan yang diperlukan. Dan akhirnya dicapai pemecahan yang mungkin menurunkan spesifikasi,  disesuaikan dengan batasan sumber daya, tetapi masih di dalam persyaratan. Kemudian melakukan pengujian dalam penerapan di lapangan dan diadakan evaluasi untuk memaksimalkan hasil yang ada.

Karena pada umumnya, mendapatkan beberapa alternatif solusi, sehingga harus menguji dan mengevaluasi yang paling optimal untuk diterapkan. Untuk mmprediksi hal ini umumnya diperlukan beberapa hal, antara lain prototipe, skala model, simulasi, tes destruktif, tes non-destruktif, dan lain-lain. Hal ini untuk memastikan alternatif yang paling optimal. Selain itu harus juga memikirkan masalah keselamatan. Namun semakin tinggi tingkat keselamatan, dapat mengakibat desain kurang efisien.

Dalam rekayasa teknologi ada pula studi tentang produk yang gagal, yang disebut teknik forensik. Studi ini bertujuan untuk memberikan masukkan para desainer melalui evaluasi produk atau desain di dalam kondisi lapangan dan mengalami kegagalan. Hal ini diperlukan untuk menentukan penyebab atau penyebab kegagalan.

PENGGUNAAN KOMPUTER

Seperti semua ilmu pengetahuan dan teknologi modern, usaha, komputer dan software memainkan peran yang semakin penting. Ada beberapa software aplikasi yang khusus untuk kebutuhan rekayasa. Komputer dapat menghasilkan model dari proses fisik, yang dapat diselesaikan dengan menggunakan metode numerik.

Salah satu yang paling banyak digunakan alat dalam profesi adalah Computer Aided Design (CAD) perangkat lunak yang memungkinkan para insinyur untuk menciptakan model 3D, 2D gambar, dan skema desain mereka. CAD bersama-sama dengan Digital Mockup (DMU) dan Computer Aided Engineering (CAE )software seperti analisis metode elemen hingga atau metode elemen analitik memungkinkan para insinyur untuk membuat model desain yang dapat dianalisis tanpa harus membuat mahal dan memakan waktu prototipe fisik.

Ini memungkinkan produk dan komponen yang harus diperiksa untuk cacat; menilai cocok dan perakitan; studi ergonomi dan menganalisis statis dan dinamis karakteristik sistem seperti tekanan, temperatur, emisi elektromagnetik, arus dan tegangan listrik, level logika digital, fluida mengalir, dan kinematika. Akses dan distribusi semua informasi ini biasanya dibuat dengan menggunakan software Product Data Management.

Ada juga banyak peralatan untuk mendukung tugas-tugas teknik tertentu seperti Computer Aided Manufacture (CAM), perangkat lunak untuk menghasilkan instruksi mesin CNC; Manufacturing Process Management perangkat lunak untuk kebutuhan produksi; EDA untuk Printed Circuit Board (PCB) dan Circuit Schematic  untuk rekayasa elektronik; MRO aplikasi untuk manajemen pemeliharaan dan AEC software untuk teknik sipil.

Dalam beberapa tahun terakhir penggunaan perangkat lunak komputer untuk membantu pengembangan barang-barang telah secara kolektif kemudian dikenal sebagai Product Lifecycle Management (PLM)

DALAM KONTEK SOSIAL

Rekayasa teknologi sangat berhubungan dengan sosial masyarakat dan perilakunya. Setiap produk yang dipergunakan dalam masyarakat modern dewasa ini tidak lepas dari rekayasa teknologi. Desain rekayasa teknologi  merupakan alat yang sangat berpengaruh terhadap perubahan lingkungan, masyarakat dan ekonomi. Sebagai contoh pemakaian dan perkembangan Blackberry dengan push emailnya sangat mempengaruhi perubahan pola komunikasi masyarakat dewasa ini. Sehingga rekayasa teknologi memiliki tanggung jawab yang besar bagi perubahaan dalam masyarakat. Dalam rekayasa teknologi diperlukan kode etik sehingga dapat mencegah dampak negatif bagi masyarakat. Industri atau perusahaan yang menjalakan rekayasa teknologi diharuskan untuk memiliki program atau kebijakan CSR (Corporate and Social Resposibility). Contoh perusahaan yang dimaksud, perusahaan Pembangkit Listrik, Eplorasi Migas, dan lain-lain.

HUBUNGAN DENGAN DISIPLIN ILMU LAIN

Menurut Teodore von Kármán, “Ilmuwan mempelajari dunia seperti apa adanya; rekayasa menciptakan dunia yang belum pernah”.

Terdapat tumpang tindih antara ilmu pengetahuan dan rekayasa di lapangan. Kedua bidang usaha mengandalkan pengamatan benda yang akurat dan fenomena. Keduanya menggunakan matematika dan klasifikasi kriteria untuk menganalisa dan berkomunikasi pengamatan.

Ilmuwan diharapkan untuk menafsirkan pengamatan mereka dan membuat rekomendasi untuk tindakan praktis berdasarkan interpretasi mereka. Ilmuwan mungkin juga harus menyelesaikan tugas-tugas teknis, seperti merancang peralatan percobaan, atau membuat prototipe. Sebaliknya, dalam proses mengembangkan teknologi, insinyur dapat mengeksplorasi fenomena baru.

Dalam buku “What Engineers Know and How They Know It”, Walter vincenti menegaskan bahwa penelitian rekayasa mempunyai karakter berbeda dari penelitian ilmiah. Pertama, sering berhubungan dengan bidang di mana dasar fisika dan / atau kimia yang dipahami dengan baik, tetapi permasalahnya terlalu rumit untuk dipecahkan dalam cara yang tepat. Contohnya adalah penggunaan pendekatan numerik untuk persamaan Navier-Stokes untuk menggambarkan aliran aerodinamis di atas pesawat, atau penggunaan kaidah Miner untuk menghitung kerusakan akibat kelelahan. Kedua, penelitian teknik sering memakai metode semi-empiris yang asing bagi penelitian ilmiah murni, salah satu contoh menjadi metode variasi parameter.

Sebagaimana dinyatakan oleh Fung et al. dalam revisi terhadap buku teks teknik, “Foundations of Solid Mechanics”:

Engineering is quite different from science. Scientists try to understand nature. Engineers try to make things that do not exist in nature. Engineers stress invention. To embody an invention the engineer must put his idea in concrete terms, and design something that people can use. That something can be a device, a gadget, a material, a method, a computing program, an innovative experiment, a new solution to a problem, or an improvement on what is existing. Since a design has to be concrete, it must have its geometry, dimensions, and characteristic numbers. Almost all engineers working on new designs find that they do not have all the needed information. Most often, they are limited by insufficient scientific knowledge. Thus they study mathematics, physics, chemistry, biology and mechanics. Often they have to add to the sciences relevant to their profession. Thus engineering sciences are born.”

“Teknik ini sangat berbeda dari ilmu pengetahuan. Ilmuwan mencoba untuk memahami alam. Ahli rekayasa atau orang teknik mencoba membuat hal-hal yang tidak ada di alam. Ahli rekayasa menekankan pada penemuan. Untuk mewujudkan sebuah penemuan insinyur harus meletakkan gagasan secara konkret, dan mendesain sesuatu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Hasilnya dapat menjadi perangkat, gadget, material, metode, sebuah program komputasi, percobaan yang inovatif, solusi baru atas suatu masalah, atau perbaikan pada apa yang ada. Karena desain harus konkret, itu harus memiliki geometri, dimensi, dan karakteristik angka. Hampir semua insinyur atau ahli rekayasa yang bekerja pada desain-desain baru menemukan bahwa mereka tidak memiliki semua informasi yang dibutuhkan. Paling sering, mereka dibatasi oleh kurangnya pengetahuan ilmiah. Dengan demikian, mereka belajar matematika, fisika, kimia, biologi dan mekanik. Seringkali mereka harus menambah ilmu yang relevan dengan profesi mereka. Dengan demikian ilmu teknik dilahirkan”.

_______________________Q U I Z______________________________

Sebelum mengerjakan quiz, pelajari materi dengan baik. Quiz hanya dikerjakan sekali.

Nilai QUIZ diperhitungkan di nilai akhir

Kerjakan QUIZ sebelum Kamis, 4 Nopember 2010

WAKTU PENGERJAAN 45 Menit
Anda hanya boleh mengerjakan SEKALI
Apabila anda tidak lulus dapat mengulang SEKALI (LULUS > 55)

login : [kelas]-[nama depan]-xxzzzzz

xx=kode jurusan,  zzzzz = 5 digit terakhir NPM anda

Contoh: c-ary-1600212

PASSWORD : kontek

Quiz Rekayasa Teknologi