Layout mesin dan roda penggerak, sangat penting menjadi pertimbangan. Masing-masing kombinasi memiliki karakteristik yang berbeda, hal ini dapat menunjang tujuan dibuatnya sebuah kendaraan. Di bawah ini beberapa layout pada kendaraan dan karakteristiknya.

Mesin Depan Membujur – Penggerak Roda Belakang (FR) & Penggerak 4 Roda (4WD)

Layout ini adalah layout yang sudah lama dipakai, mulai diperkenalkan pada akhir 1800an. Dan sampai saat ini masih banyak dipakai pada kendaraan bak terbuka (pickup), kendaraan penumpang yang mewah, dan kendaraan sport. Pemasangan mesin yang membujur pada umumnya dipakai untuk mesin yang besar  (panjang) dan tidak menghalangi sudut belok pada kemudi. Hal ini membantu mengurangi radius putar kendaraan, karena pada umumnya kendaraan jenis ini memiliki jarak sumbu roda (wheelbase) yang panjang. Karena mesin ini tidak berhubungan langsung dengan roda penggerak, maka distribusi berat bisa lebih optimal. Juga memudahkan perpindahan gigi transmisi lebih baik dan akurat. Dari kelebihan ini maka layout ini biasa dipakai oleh kendaraan yang membutuhkan tenaga lebih besar (kendaraan angkut, kendaraan segala medan atau sport), dan kestabilan lebih baik (kendaraan penumpang mewah, atau sport)

Mesin Depan Membujur – Penggerak Roda Depan (FF) & Penggerak Semua Roda (AWD)

Konfigurasi ini biasanya diadopsi oleh produsen yang mengkhususkan diri di mobil penumpang AWD. Layout ini membuat lebih ringan dan efisien dalam membuat kendaraan penggerak semua roda (AWD). Layout kendaraan ini biasanya dipakai untuk kendaraan penumpang mewah yang membutuhkan kelincahan dan kepresisian pengendalian (untuk AWD).

Mesin Depan Melintang – Penggerak Roda Depan (FF)

Layout kendaraan seperti ini adalah konfigurasi yang populer untuk kendaraan penumpang pada 25 tahun terakhir. Ini adalah layout yang memiliki efisiensi ruang yang baik. Layout ini ideal untuk kendaraan kecil yang ekonomis, atau minivan yang besar, dan membutuhkan ruang penumpang yang besar. Layout ini juga banyak dipakai oleh kendaraan berukuran menengah. Layout ini memberikan ruang yang kecil pada panjang mesin, yang berarti tidak nyaman untuk kendaraan mewah, yang pada umumnya membutuhkan mesin yang lebih besar. Selain itu jarak kerja suspensi terbatas, sehingga tidak dianjurkan untuk kendaraan segala medan.

Mesin Tengah-Belakang Membujur – Penggerak Roda Belakang (MR)

Konfigurasi ini adalah yang paling sesuai untuk kendaraan sport berperforma tinggi (high-performance sports cars). Posisi mesin dengan posisi membujur, sedikit di depan roda belakang, menghasilkan distribusi berat yang optimal dan meningkatkan kemampuan membelok . Tetapi konfigurasi ini tidak memungkinkan adanya penumpang pada bagian belakang. Dengan posisi mesin seperti ini, maka ada penyesuaian penempatan saluran udara untuk kebutuhan pembakaran dan pendinginnan mesin, yang tentunya sangat berpengaruh pada desain eksterior kendaraan.

Mesin Belakang Membujur – Penggerak Roda Belakang (RR)

Beberapa kendaraan Eropa menggunakan konfigurasi ini (Porche, VW), tapi jarang dipergunakan. Dengan berat kendaraan yang terpusat di belakang, membuat pengendalian yang khas (mudah membuang ke kiri dan kanan). Traksi untuk akselerasi sangat baik. Pada bagian belakang masih memungkinkan adanya penumpang atau bagasi.

Mesin Tengah Melintang – Penggerak Roda Belakang (MR)

Konfigurasi ini pada umumnya digunakan untuk kendaraan kendaraan sport kecil. Karena ukuran mesin terbatas, maka banyak ditemui pada kendaraan bertenaga yang ringan (lightweight performance cars). Pemindah gerak pada umumnya memakai sistem yang mirip dengan kedaraan berpenggerak depan. Kedaraan tipe ini memiliki distribusi berat yang baik dan jarak sumbu roda yang pendek, yang berfek pada peningkatan kelincahan.

Mesin Belakang Melintang – Penggerak Roda Belakang (RR)

Konfigurasi ini dipakai untuk kendaraan yang membutuhkan panjang kendaraan yang minimal. Jadi sangat ideal untuk micro cars, dimana ukuran mesin yang dipakai tidak besar, sehingga kursi pengemudi dapat diletakkan sedekat mungkin dengan bagaian belakang. Hal ini juga membantu memberikan ruang tambah pada kaki pengemudi dan daerah yang melindungi (crush zone) lebih memadai.

 

Mesin Tengah-di bawah lantai – Penggerak Roda Belakang (MR)

Konfigurasi ini dipergunakan untuk memaksimalkan ruang penumpang, dan umumnya dipergunakan pada kendaraan kecil serba guna (micro-utility vehicle). Dimana ukuran mesin dan berat menjadi pertimbangan yang penting. Permasalahan yang sering terjadi adalah keterbatasan tempat untuk pemeliharaan mesin.

 

 

Penentuan layout yang sangat berpengaruh pada kebutuhan kendaraan, juga akan mempengaruhi desain kendaraan itu sendiri. Pada umumnya penentuan layout ditentukan pertama sebagai panduan dalam melakukan desain sebuah kendaraan.

 

Daftar Pustaka:

Stuart, Marcey, dan Wardle, Geoff, (2008), H-Point, The Fundamentals of Car Design & Packaging, Design Studio Press, California