Pak Ino

Ino Yuwono, itu nama yang sangat membekas di hati saya. Saya tidak pernah menjadi mahasiswa Psikologi, tidak pernah menjadi mahasiswa Unair. Saya belajar jurusan Desain Produk ITS, angkatan 1992. Saya sudah sering mendengar beliau dari kekasihku, Cheche. Dan akhirnya mengenal beliau pada saat Cheche, mengambil skripsi dan dibimbing oleh P Ino. Saya mengatarkan Cheche ke rumah beliau saat malam hari, karena beliau sempat ditemui saat malam hari, diatas pkl 9. Dari diskusi-diskusi saat bimbingan membuat saya tertarik dengan beliau.

Singkat kata, saya sering berhubungan dan diskusi dengan beliau, tentang pendidikan, desain, organisasi, dan lain-lain. Saya merasa sangat dekat dengan beliau, karena di luar diskusi yang langsung dengan saya, juga diskusi melalui Cheche, yang akhirnya sampai ke P Ino.

Beliau banyak menginspirasi saya, dalam belajar, pendidikan, keteguhan prinsip, keberanian mengungkapkan pendapat, ide-ide gila, dan lain-lain. Pokoknya tentang nilai kehidupan. Beliau sangat perhatian terhadap mahasiswanya, meskipun cara penyampaiannya dengan gaya ‘suroboyoan’, yang banyak orang menganggap kasar dan ceplas-ceplos. Saya memahami itu, karena keluarga saya juga surabaya tulen, ya begitulah ‘suroboyoan’.

Untuk memberikan semangat orang untuk selalu belajar dan sekolah luar biasa, istri saya Cheche, beberapa kali disuruh untuk melanjutkan ke Magister, dan akhirnya melaksanakan ‘perintah’ beliau di tahun 2008, bersamaan dengan saya mengambil magister. Pada saat itu diskusi makin intens. Terus terang saya merasa lebih dekat ke beliau ketimbang dengan dosen-dosen saya, terutama yang di S1.

Karena seringnya beliau kerjasama dengan istri, sampai pernah mengatakan, “Ry, Cheche tak silih sek, kon nggak cemburu khan?” diiringi dengan derai tawa khas beliau. Langsung saya juga tertawa, “Lha laopo”, beliau sudah kuanggap orang tua istriku.

Beliau membimbing istri saya hampir di semua kesempatan, di kampus waktu S1 dan Magister, di pekerjaan, saat di LP3T, dan banyak yang lain. Beliau dengan sabar membimbing Cheche, dengan berbagai keluh kesahnya, selalu mau berdiri di belakang muridnya saat ada masalah. Luar biasa beliau!!.

Beliau juga pernah membagikan ilmu ke para mahasiswa saya, waktu saya undang untuk sebuah workshop di kampus. Beliau menginspirasi mahasiswa saya, dan kami para dosen. Beliau menyampaikan dalam bentuk game yang menarik.

Beliau menyukai seni, menyukai keindahan. Beliau Ada PR yang belum saya kerjakan untuk beliau, yaitu mendesain perhiasan. Hal ini memang cukup sulit, karena saya tidak menekuni bidang perhiasan, tapi suatu saat kelak tentu akan saya kerjakan.

Terima kasih Pak Ino,

terima kasih atas inspirasinya,

terima kasih teladannya,

terima kasih atas bimbingannya,

dan terima kasih atas semangatnya.

Ary DJ

berpikirdesain